Warisan Pemikiran Bag. 3
“Even an angelic mother makes mistakes.”
Setelah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi ibu yang totalitas ketika mendampingi anak, tidak membuat kita lepas dari melakukan kesalahan. Hampir 24 jam bersama, kadang kita sudah terlalu lelah untuk menyuplai kesabaran ketika menghadapi kelakuan anak-anak.
Ketika menghadapi situasi penuh tekanan, terkadang saya sulit untuk menguasai diri dan akhirnya amarah meledak.
Benar, kadang saya marah pada anak melebihi kesalahan yang dia buat. Seperti dia melakukan 20% kesalahan dan saya meledak marah karena 80% gangguan hal lain.
Ketika itu terjadi, maka setelahnya saya akan merasa sangat menyesal. Saat semuanya sudah mereda, kami bisa duduk bersama, maka saya pun biasanya membuka kecanggungan dengan mengusap kepala dia.
Maaf tadi Bunda marah. Tidak seharusnya Bunda tadi marah apalagi dengan suara yang tinggi. Maaf, ya ...
Saya sadar karena kemarahan saya sama sekali tidak sebanding dengan kesalahan yang dia lakukan, saya tidak pernah sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu. Saya ingin mengajarkan padanya bahwa siapa pun kita, ketika melakukan kesalahan, menyakiti perasaan orang lain, maka kita harus berani untuk meminta maaf. Tidak ada hukum 'wanita selalu benar'.
Siapa pun kita, apa pun peranan kita dalam keluarga dan masyarakat, jika kita melakukan kesalahan maka segera meminta maaf tidak akan mengurangi apa pun dari diri kita, kecuali semakin bertambahnya cinta dan ikatan yang kuat.
Dan saya ingin mengajarkan pada anak bahwa tidak harus menjadi orang yang salah untuk meminta maaf, kadang kita harus menjadi orang yang meminta maaf pertama kali agar hubungan kita dalam keluarga dan sosial tetap terjaga utuh. Belajar mengalah untuk menang.
Dan momen meminta maaf itu akan saya jadikan waktu yang tepat untuk menggali alasan kenapa saya marah, bagaimana ke depannya agar kita tidak menghadapi situasi yang sama. Pun ketika menghadapi situasi yang sama, bagaimana agar kita tidak berlebihan menyikapinya. Saya akan membuat resolusi hubungan dengan anak.
Meski saya bukan orang dewasa yang sempurna, namun saya tetap ingin mengajarkan moral kebaikan dan kedewasaan kepada anak saya sedini mungkin. Meminta maaf adalah perilaku orang yang memiliki moral dan kedewasaan. Dan jika kita berhasil membuat anak untuk mampu meminta maaf saat melakukan kesalahan, berarti kita sudah menanamkan benih-benih moral, kebaikan dan kedewasaan padanya.


0 Komentar