Belajar di Alam dengan Keunikan Lingkung

Alam dan keunikan lingkung

Alam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya segala yang ada di langit dan di bumi2. Alam menyajikan ruang belajar yang luas, yang banyak sekali media belajar di dalamnya. Bahkan jika kita sadari sebenarnya semua ilmu pengetahuan yang kita pelajari di sekolah bersumber dari alam.


Lingkung artinya memberi batas/ pagar sekeliling. Kita lebih akrab dengan istilah lingkungan, yang artinya daerah (kawasan dan sebagainya) yang termasuk di dalamnya. Kata lingkung dan alam bisa kita kolaborasikan menjadi kata yang bermakna segala sesuatu yang ada pada daerah atau kawasan tertentu yang masih ada di antara bumi dan langit. Setiap lingkung alam selalu memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Lingkung sebagai fasilitas untuk berkegiatan terdiri dari alam fisik, alam hayati, masyarakat, budaya, dan kehidupan beragama1. Hal inilah yang menjadikan setiap lingkung adalah unik, karena didalamnya akan hidup berbagai macam alam, masyarakat, budaya dan kehidupan beragama yang berbeda-beda.

Lingkungan alam sebagai tempat belajar akan melahirkan kegiatan pendidikan/belajar yang berbeda-beda tergantung keunikannya tersebut. Lingkungan pantai, misalnya, akan memberikan kecakapan dan kearifan anak sebagai warga pesisir. Begitu juga dengan lingkungan pegunungan, lembah sungai, bahkan perkotaan. Kegiatan pendidikan semestinya diramu dari dua hal tersebut, yakni kecakapan anak/manusia dengan keunikan lingkung.

Anak tidak perlu dipaksakan untuk berkegiatan yang jauh dari keunikan lingkungnya, mereka hanya perlu mengasah kecakapannya sebagai warga lingkung yang unik. Jadi tidak perlu bergegas ingin mengajarkan anak segala hal, berangkatlah dari yang paling dekat dan paling unik di lingkungan kita, ya!

Yuk, catat keunikan lingkung apa saja yang ada di sekitar Bunda yang bisa dijadikan sarana belajar bersama anak?

Belajar di Alam

Ada 3 aspek pengetahuan dasar yang perlu diterapkan dalam mendampingi anak belajar di alam:


  1. Dirinya

Pepatah Arab berbunyi: Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya. Anak perlu mengenal dirinya. Siapa dia, di mana tempatnya, dan bagaimana dia harus bertindak? Alam bahkan menyatu dalam dirinya. Tubuhnya adalah alam, tentang matanya, tangannya, rambutnya, ototnya, tulangnya bahkan kotorannya adalah bagian dari alam. 


  1. Alamnya

Alam merupakan tempat penuh rahasia, yang di dalamnya terdapat sumber inspirasi yang tidak habis-habis. Alam merupakan ruang belajar yang luas tanpa batas, dan buku pelajaran yang tidak pernah kering. Mengenalkan anak pada alam, bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa bahwa dirinya diciptakan oleh Allah menjadi satu sistem dengan ciptaan Allah yang lain.

Peran kita, termasuk anak-anak, dalam sistem ini adalah saling membutuhkan. Misalnya kita membutuhkan air bersih untuk makan, minum, mandi, bersuci, dan lain sebagainya, maka begitu juga dengan air, boleh kita gunakan tetapi dia membutuhkan kita untuk menjaga kebersihannya dengan cara menggunakan air bersih sesuai kebutuhan sehingga air yang kotor tidak terlalu banyak.

Air juga membutuhkan kita untuk membantunya membersihkan diri dari kotoran dengan cara mengalirkannya ke dalam resapan-resapan misalnya ke sekitar tanaman. Hal ini bisa saja dipelajari anak di sekolah melalui buku-buku pelajaran, akan tetapi akan berbeda ketika anak mengindra atau berinteraksi langsung dengan alam fisiknya. Di situlah peran kita sebagai orang tua, kita bisa mendukung pendidikan dan pembelajaran anak dengan mengajak anak-anak langsung berinteraksi dengan alam. Wujud syukur utama kita kepada Sang Pencipta alam adalah dengan cara menjaga, merawat, dan menggunakannya sesuai keinginan Allah.

  1. Tuhannya

Setiap hal yang dipelajari anak harusnya dapat menambah pengenalannya terhadap Tuhannya, dirinya, dan sekitarnya. Alam merupakan wujud nyata keberadaan Allah sebagai Sang Pencipta. Hubungan dengan Allah akan terjalin melalui pengenalan terhadap Alaah. Pengenalan terhadap Allah dilakukan melalui pengenalan sifat-sifatNya. Pengenalan sifat-sifat Allah terbentuk melalui pengetahuan kita atas ciptaan-ciptaanNya. Ciptaan Allah merupakan bukti besarnya kasih sayang Allah kepada kita. Sehingga dengan mendekatkan anak kepada alam, kita bisa mengenalkan kasih sayang Allah dan memahamkan cara mensyukuri anugerah Allah tersebut. 


Baca Juga: Membaca untuk Petulangan Belajar


Sebagai contoh, setiap anak suka bermain air. Akan tetapi dalam bermain air itu terdapat kegiatan menghambur-hamburkan sumber daya, sehingga hal itu tidak seharusnya kita lakukan.


Anak-anak perlu memahami bahwa dalam bermain, mereka tidak boleh hanya memikirkan kesenangannya saja, tetapi juga perlu memikirkan dampak dari perbuatannya dan bagaimana seharusnya memperlakukannya.


Bermain air bisa dilakukan sambil membersikan kamar mandi atau menyiram tanaman. Bermain air bisa juga memanfaatkan moment hujan sekaligus mengamati fenomena alam.


Semua pengetahuan semestinya mengajarkan ilmu yang menghubungkan dengan Allah dan menambah keimanan. Masih tentang air, bahkan Rasulullah mencontohkan kita untuk berhemat air. Dalam contohnya, beliau menggunakan 1 mud air saja untuk berwudu.


Belajar di alam dengan keunikan lingkung

Tujuan belajar di alam antara lain:

  1. Menjadi hamba yang tunduk

  2. Bertambahnya iman

  3. Bertambah rasa syukur

  4. Memahami peran kita di alam

Keunikan lingkung akan menjadi kekayaan sumber belajar tersendiri ketika dieksplorasi secara menyeluruh. Tidak perlu terhambat oleh ketidakadaan sumber daya, tidak juga perlu terbatas oleh ragam kegiatan. Kebebasan anak mengakses alam sekitar menjadi modal utama kegiatan belajar di alam. Tidak perlu mengada-ada dan tidak perlu menunggu ada. Kita bisa menghadirkan alam, di mana pun kita berada dan seperti apa pun kondisi kita. Hanya perlu sedikit memantik rasa ingin tahu yang diiringi dengan pengayaan pengetahuan.

Jadi, sudahkah Bunda bersiap mendampingi anak-anak belajar di alam?



Salam,

Metanamama




Kontributor: Heny Ratrie

Editor: Vivi Ermawati




Referensi:

  1. Musta’ien., Ichal Pendidikan rumahan. 2007. CV True creative aid. Bogor

  2. KBBI. https://kbbi.web.id/lingkung

  3. Modul webinar alam DK.Wardhani

  4. https://www.dreamstime.com/stock-illustration-ego-eco-difference-egocentric-ecological-world-view-image61263683#res26615551


Posting Komentar

0 Komentar