Kenapa adik bayi bisa ada di perut Mama?
Kenapa Mama tidak salat?
Kenapa mata kita berkedip?
Ya udah dari sananya.
Nanti di sekolah, Kakak belajar kok tentang ini.
Kamu masih kecil, jangan bertanya yang aneh-aneh.
Sering kali anak bertanya hal-hal yang tidak terduga dan membuat kita speechless. Sebenarnya bisa saja langsung cut pertanyaan anak dengan jawaban,
Tapi jawaban-jawaban seperti itu tidaklah dianjurkan, karena malah menimbulkan rasa penasaran pada anak, dan dikhawatirkan anak mencari jawaban lewat media lain.
Seperti pagi ini setelah mandi, sambil memakai baju tiba-tiba Ilyas bertanya,
"Kok kita punya udel sih, Mik? Buat apa?"
Waduh, bagaimana menjawabnya ini. Anak usia 4 tahun apakah akan mengerti tentang plasenta. Nanti kalau dijelaskan malah akan melebar ke mana-mana.
1. Jangan memarahi anak karena bertanya hal yang tabu atau tidak masuk akal.
2. Jangan asal menjawab.
3. Meminta waktu pada anak untuk mencari jawaban, atau ajak anak untuk mencari jawaban bersama-sama.
4. Jangan berbohong, dalam kondisi apa pun.
5. Jangan saling lempar tanggung jawab.
Akhirnya setelah selesai berpakaian, kuajak Ilyas melihat gambar di buku My Pop Up Body Book karya Jennie Maizels dan William Petty. Buku ini ilustrasinya cukup bagus, ditambah dengan gambar-gambar timbul tiga dimensi (pop up), paling tidak sedikit bisa memberikan gambaran.
Kuajak melihat gambar ibu hamil di halaman pertama, gambar bisa digeser-geser dari usia kehamilan satu sampai sembilan bulan. Terlihat tali pusar janin terhubung ke plasenta bayi. Aku jelaskan, ini namanya tali pusar, seperti usus yang terhubung ke plasenta. Gunanya untuk mengirimkan makanan langsung ke perut bayi. Makanannya berasal dari makanan yang dimakan ibu dan dikumpulkan di plasenta, dari plasenta baru masuk ke perut bayi.
Baca Juga: Si Kecil Demam? Jangan Panik
"Jadi adek bayi pas masih di perut makannya gak pake mulut, ya?" tanyanya.
Alhamdulillah penjelasanku cukup dimengerti.
"Jadi semua orang punya udel, ya, Mik? Gunanya waktu orang itu masih bayi dan masih di perut ibunya?"
Pertanyaan Ilyas lagi.
"Iya betul, kalau sudah lahir, baru makan dan minumnya pake mulut."
Kita harus pandai-pandai menjawab rasa penasaran anak. Beberapa tips yang harus kita lakukan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari anak
Anak bertanya pada kita, karena ia percaya pada kita. Dan karena ia memang benar-benar belum mengerti dan ingin tahu tentang apa yang ia tanyakan.
Banyak kejadian, karena bingung harus menjawab apa, orang tua asal menjawab, yang penting anak puas dan tidak bertanya lagi. Misal anak bertanya, "adik bayi berasal dari apa sih, Ma?" Kita jawab asal, dari terigu, telur sama gula. Bisa jadi anak tidak bertanya lagi, tapi kelak ketika anak sudah tahu jawaban sesungguhnya, anak menganggap kita sebagai pembual.
Tidak masalah kita mengakui kalau kita belum tau jawaban atas pertanyaan anak. Kita minta waktu untuk mencari jawaban tersebut. Bisa cari dulu di Google atau YouTube. Tapi ingat, tepati janji. Benar-benar berusaha mencari jawaban dan sampaikan jawaban itu pada anak.
Terkadang orang tua terjebak membohongi anak, karena pertanyaan-pertanyaan ajaib anak.
Misalnya, anak bertanya dan ibu tidak bisa menjawab, ibu menyuruh anak untuk bertanya pada ayah. Ayah tidak bisa menjawab, dilempar lagi untuk bertanya pada ibu.
Salam,
Metanamama
Kontributor: Nur Hasanah
Editor: Vivi Ermawati



0 Komentar