Apa Fungsi Kulit Kita?

Suatu hari kami kedatangan tamu saudara jauh yang lama tak bertemu. Kami pun asyik berbincang dan saling menanyakan kabar. Rupanya sang tamu memperhatikan kedua putriku dan melihat perbedaan di antara keduanya.


“Lagi main apa si … sepertinya seru sekali,” tanya sang tamu kepada si sulung.

“Masak-masakan,” jawab si sulung dengan senyumnya yang tampak malu-malu.

“Wah, berarti Mbaknya masakin adiknya, ya?” tanya sang tamu melanjutkan dialognya.


Sulungku hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali bermain dengan adiknya, tampak si sulung sedang pura-pura menyuapi makanan kepada adiknya. Kemudian sang tamu berbicara kepadaku dan mengatakan,”Mbak, anakmu beda, ya? yang besar kulitnya putih, rambutnya lurus dan bulu matanya lentik. Beda sama yang kecil, yang kecil kulitnya agak gelap dan rambutnya ikal.”




Aku hanya tersenyum mendengar komentar sang tamu yang mengatakan seperti itu di hadapan kedua putriku. Kalau yang kecil pasti belum paham dengan apa yang dikatakan sang tamu, tetapi sulungku sangat memahaminya. Saat sang tamu pulang, sulungku bertanya mengapa sang tamu mengatakan hal seperti itu. Dia merasa kasihan kepada adiknya. Menurutnya, kata-kata sang tamu tadi sudah menghina si adik.


“Bunda, memangnya kenapa sih kalau kulit kita enggak putih?” tanyanya.


“Sebenarnya enggak apa-apalah kalau kulitnya enggak putih,” jawabku singkat.


“Kok, tamunya tadi bilang kulit adik beda sama aku, kulit adik agak gelap. Gitu katanya,” cecar si sulung.


“Tamu tadi bilang gitu cuma spontan saja, kok. Bunda yakin dia enggak bermaksud menghina adikmu. Hanya saja, kebanyakan orang masih menganggap kalau kulit putih itu lebih cantik. Padahal enggak juga, yang bikin cantik itu akhlak yang baik. Lalu, yang tak kalah penting itu kulitnya dirawat. Karena Allah sudah kasih kita kulit yang sehat.”


“Oh … gitu ya!” sahutnya sambil manggut-manggut.


“Terus, kenapa kita punya kulit, Bun? Buat apa?” lanjut si sulung ingin tahu.

“Allah itu Maha Baik, Allah jadikan kulit pada tubuh kita untuk melindungi tubuh kita dari sengatan sinar matahari. Kulit juga melindungi beberapa jaringan tubuh yang berada di bawah kulit,” jelasku penuh semangat.


“Kalau enggak punya kulit?” tanyanya lagi.


“Kalau kita enggak punya kulit ya … jadi mengerikan dong, daging dan darah yang mengalir di tubuh kita jadi kelihatan. Lalu, kalau tubuh kita terkena benda-benda, kita akan mudah terluka dan sakit.” 


“Hiii … takut ya, Bun?”


“Hehe … iya ya, Kak? Untung Allah kasih kulit. Maka dari itu, enggak penting kan kulitnya putih atau gelap? Yang penting punya kulit yang bisa melindungi tubuh kita. Ya, kan?” 


Sepertinya pengalaman ini sangat menarik dan membekas di hati putriku. Aku sering melihat dia membela temannya yang suka diejek karena warna kulitnya yang gelap. 


Baca Juga: Kok Manusia Punya Udel?


Dear Ayah Bunda,


Jika Ayah Bunda pernah memiliki pengalaman yang sama, maka untuk tahap selanjutnya adalah memberikan informasi tambahan kepada anak tentang fungsi kulit sebagai alat ekskresi, sebagai organ penerima rangsangan, bibit penyakit serta pengaturan suhu tubuh. Selain itu, kita juga dapat mengenalkan anatomi kulit tentang struktur jaringan kulit kepadanya. Memang kulit tersusun dari apa saja, sih? telah kita ketahui bersama bahwa, kulit terdiri dari epidermis, dermis, dan hypodermis. 


Epidermis disebut juga dengan lapisan tanduk atau lapisan malpighi. Pada lapisan ini mengandung pigmen melanin yang berfungsi memberi warna pada kulit dan sebagai pelindung dari bahaya sinar matahari terutama sinar UV. Di bawah lapisan epidermis terdapat lapisan dermis, yang mengandung pembuluh darah, akar rambut, kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Lalu di bawahnya lagi terdapat lapisan hypodermis atau subcutis yaitu lapisan kulit yang paling dalam. Mengandung banyak lemak baik untuk melindungi tubuh dan membantu tubuh menyesuaikan dengan suhu luar. Luar biasa sekali, kan, fungsinya?


Salam,
Metanamama


Kontributor: Triamiyati 
Editor: Vivi Ermawati


Posting Komentar

0 Komentar