Sudahkah Mengenal Bahasa Cinta Anak?

Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang dimiliki oleh orang tua. Setiap orang tua pasti memiliki kasih sayang dan cinta yang selalu tercurah pada anak-anaknya. Ada berbagai cara orang tua untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta terhadap anak. Namun, pernahkah orang tua mengevaluasi apakah rasa sayang itu sampai dan diterima oleh anak? Apakah rasa cinta yang diberikan oleh orang tua sudah sesuai kebutuhan anak?



Seringkali anak tidak merasakan cinta dari kedua orang tua, karena orang tua memiliki cara penyampaian yang ternyata tidak sama dengan yang dipahami oleh anak.

Dikutip dari tempo.co dalam buku A Soul of Healing yang ditulis pakar pengobatan tradisional Cina, Master Wong, ada lima bahasa cinta. Kelimanya adalah sentuhan fisik, kata-kata pendukung atau pujian, pelayanan atau tindakan, waktu bersama, dan pemberian hadiah. Kelima bahasa cinta tersebut harus dipahami oleh orang tua agar lebih tepat dalam mengungkapkan rasa cinta dan sayang pada anak.

Anak yang mampu merasakan cinta dan sayang dari orang tua akan membantu perkembangan psikologisnya dengan maksimal.

Pertama, sentuhan fisik atau dalam bahasa milenial sering disebut dengan skinship. Anak dengan bahasa cinta sentuhan fisik menganggap bahwa kebahagiaan dicintai dan disayangi oleh orang tuanya ketika mendapatkan sentuhan fisik. Beberapa sentuhan fisik yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah membelai bahu, mengusap kepala atau rambut, pelukan, mencium pipi, dan bisa juga sentuhan ringan lainnya.


Kedua, kata-kata pendukung atau pujian atau yang biasa disebut dengan afirmasi positif. Biasanya tipe anak dengan bahasa cinta pujian lebih mudah mengungkapkan perasaan yang sedang dialaminya. Misal ungkapan rasa sayang pada orang tua dengan langsung mengatakan, "Aku sayang Bunda”. Anak akan merasa termotivasi dan dicintai saat mendapatkan perhatian berupa kalimat pujian langsung. “Wah, kamu hebat!” atau “Gambarmu keren sekali, Sayang!” dan sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua perlu untuk memperhatikan setiap kalimat yang diucapkan pada anak.


Baca Juga: Alasan Pentingnya Bermain di Luar


Ketiga, pelayanan atau tindakan ini berkaitan dengan aktivitas anak. Hal yang perlu dicermati oleh orang tua adalah bahasa tubuh anak. Jangan terburu-buru menganggap anak manja apalagi malas dalam beraktivitas. Bisa jadi, kemungkinan karena anak dengan tipe bahasa cinta ini merasa dicintai saat orang tua memberikan perhatian dengan membantunya saat melakukan sebuah aktivitas. Agar anak tetap bisa belajar mandiri tanpa menghilangkan rasa dicintai oleh orang tua, ada baiknya orang tua selektif memilih aktivitas yang bisa dibantu dan tidak. Tetap harus dibarengi dengan komunikasi efektif bersama anak untuk membuat keputusan bersama.


Keempat adalah waktu bersama. Orang tua seringkali mengeluhkan bahwa anaknya selalu merasa kurang waktu bersama. Mengapa demikian? Padahal orang tua merasa sudah banyak waktu yang dihabiskan bersama. Kemungkinannya, bisa karena aktivitasnya yang kurang diminati oleh anak atau waktu yang dihabiskan tidak berkualitas. Apa yang dimaksud berkualitas? Aktivitas harus disukai anak dan yang terpenting orang tua hadir sepenuh hari secara lahir dan batin membersamai anak dalam aktivitas tersebut. Artinya tidak disambi dengan aktivitas lain orang tua, seperti melihat media sosial, menonton TV, membaca majalah, dan lain-lain. Waktu luang bersama anak sebaiknya menjadi yang utama, bukan sambilan.


Kelima, pemberian hadiah. Semua anak suka hadiah, namun tidak semua anak beranggapan bahwa hadiah adalah bentuk rasa cinta dari orang tua. Anak dengan tipe bahasa cinta pemberian hadiah, lebih merasa dicintai saat orang tua memberikan dalam bentuk barang atau apa pun yang ia sukai, dibanding hanya pujian atau bahkan pelukan. Pemberian hadiah ini perlu dijaga, agar tak menjadikan anak terus menerus melakukan sesuatu yang berharga karena sebuah barang. Ditambah lagi, pemberian hadiah yang berlebihan atau terlalu sering dapat mengakibatkan anak merasa tidak dicintai saat orang tua tiba-tiba tidak memberikannya lagi. Pemberian hadiah sebaiknya semata tidak hanya yang disukai oleh anak, melainkan yang bisa bermanfaat untuk anak.


Jika orang tua sudah mengenal kelima bahasa cinta anak, maka yang harus orang tua lakukan terlebih dahulu adalah menemukan bahasa cinta anak. Dikutip dari tempo.co tentang bahasa cinta anak, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:


  1. Perhatikan cara anak mengungkapkan perasaannya pada orang tua.

  2. Perhatikan cara anak mengekspresikan perasaannya pada orang lain.

  3. Perhatikan permintaan yang sering diajukan anak.

  4. Perhatikan setiap keluhan anak.

  5. Perhatikan pilihan anak saat ia diberi 2 pilihan.

 

Lalu kapan bisa dimulai? Tidak ada gambaran waktu yang tepat, namun sebaiknya saat anak sudah bisa diajak berinteraksi, kemungkinan berpeluang untuk menemukan bahasa cinta mereka. Sebisa mungkin gunakan waktu saat membersamai anak sekaligus mengobservasi dengan teliti kelima cara tersebut sepenuh hati. Selamat berpetualang menemukan bahasa cinta sang buah hati!



Salam,
Metanamama


Kontributor: Syifa Achyar
Editor: Vivi Ermawati




Sumber :

https://cantik.tempo.co/read/862365/5-bahasa-cinta-anak-buah-hati-anda-dominan-yang-mana/full&view=ok

Posting Komentar

0 Komentar