Bermain di Alam, yuk!

 Untuk teman-teman yang kusayangi,


Hai teman-teman, apa mainan kesukaanmu? Apakah kamu suka main gim? Atau justru membuat gim? Apa kamu suka membuat kapal dengan permainan bongkar pasang? Atau suka bermain petak umpet? Wah … semua permainan memang seru, ya! Seru pastinya karena kita bermain bersama-sama, ya, teman.




Teman-teman, bagaimana kalau kita bermain di alam? Permainan yang kamu tidak perlu menggunakan alat apa pun. Hmmm apa, ya? Yuk, coba lihat di sekitarmu!


  1. Adakah cicak di dinding?
  2. Ataukah nyamuk di langit-langit?
  3. Coba lihat bagian lantai, mungkin kamu bisa coba temukan semut. Kalau kamu tidak menemukannya, kamu bisa memancingnya keluar dengan menggunakan gula, ya, teman.
  4. Sudahkah kamu arahkan pandanganmu ke sudut ruang? Coba lihat apa yang kamu temukan? Laba-laba? Atau tanaman hias yang bunda tanam di dalam pot?
  5. Sssssst … Apa kamu dengar suara gemericik air dari dapur? Sepertinya bunda sedang mencuci sesuatu …

Banyak sekali elemen-elemen alam yang berada di dalam rumah kita dan bisa kita indra, ya, teman-teman. Di suasana pandemi yang kita tidak bisa keluar rumah pun kita bisa bermain dengan alam, lho. Coba amati hal-hal di atas, kamu bisa saja menemukan lebih banyak dari hal yang kusebutkan. Yuk, mulai kita amati satu per satu! Dan cobalah untuk membuat daftar pertanyaan, ya! Mau aku kasih contoh? Kamu bisa mulai bertanya dengan kata “apa”, “mengapa”, ”kapan”, “di mana”, “siapa”, “yang mana” dan “bagaimana”. Tanyakan sebanyak-banyaknya yang ingin kamu ketahui. Lalu minta tolong Bunda untuk mencari jawabannya. Kamu bisa melihat rak bukumu. Apakah kamu bisa temukan jawabannya di sana? Atau kamu juga bisa bertanya pada orang dewasa, mungkin saja mereka tahu. Jangan berhenti, ya, teman. Kamu masih bisa mencari jawaban di internet, lho. Dan mungkin saja jawabannya tidak bisa langsung kamu temukan, tidak apa-apa. Besok bisa kamu coba lagi. Sudah kamu simpan, kan, pertanyaanmu tadi? Nanti kamu pasti akan menemukan jawabannya! Semangat, ya!

Teruntuk Bunda yang hebat dan menghebatkan,

Bunda, idealnya bermain di alam memang keluar rumah berinteraksi langsung dengan alam sesuai habitatnya. Akan tetapi di kondisi pandemi ini kita bisa membawa alam ke dalam rumah. Banyak sekali ide permainan alam yang bisa dimainkan dari dalam rumah.

Mendekatkan anak dengan alam sama halnya mendekatkan anak pada penciptanya.

 

Untuk itu, bisa kita lakukan sesering mungkin dan dimulai dari hal yang paling sederhana yang terdekat dengan kita, tanpa harus mengada-ada apalagi menunggu ada. 


  1. Mengindra


Bermain dengan alam, sesederhana apa pun akan meninggalkan jejak iman di hati anak-anak kita. Kita hanya perlu mengemasnya secara menyeluruh, agar anak-anak menghargai betapa Tuhannya menghargai hal-hal yang sangat detail. Hal terpenting dari bermain di alam adalah memberi kesempatan anak untuk mengindra, dengan 9 indra anak, yaitu:


  1. Penglihat 

  2. Pendengar

  3. Pencium

  4. Perasa

  5. Peraba

  6. Keseimbangan

  7. Suhu

  8. Proprioception (body awareness)

  9. Rasa sakit



  1. Membiarkan anak menemukan rasa penasarannya


Selain memberi anak kesempatan mengindra, Bunda juga bisa mendampingi anak bermain dengan mempertimbangkan Intellectual Curiosity, Art and Discovery, dan Nobel Attitude. Bunda pasti sudah tidak asing dengan istilah-istilah yang sering disebutkan oleh Ibu Septi ini. Dengan membiarkan imajinasi dan rasa penasaran anak berkembang, akan mendorong mereka menemukan jawabannya dan melahirkan perilaku terhadap hasil temuan tersebut. Hal ini bisa melatihkan anak dengan sadar untuk lebih mengenali dirinya dan mengenali penciptanya serta bisa membawa diri dalam bersikap.


  1. Belajar secara holistik


Bunda, tentu semua ibu di dunia ini pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tidak hanya sekedar bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa mengimplementasikannya dalam sikap dan perilaku.


Bunda bisa membantu anak-anak untuk lebih mudah memahami pelajaran hidup yang ia temui dengan cara pembelajaran di alam secara holistik. Pembelajaran secara holistik ini bisa Bunda lakukan dengan melihat suatu hal dari berbagai macam sudut pandang. Sebagai contoh, ketika mempelajari semut.





Aktivitas dengan semut:


  1. Percobaan sederhana dengan semut bisa dilakukan dengan menyiapkan beberapa hal, seperti madu, gula, kue, jagung manis, dan air putih, atau Bunda bisa menggantinya dengan bahan yang ada di rumah.
  2. Letakkan bahan-bahan tersebut di lantai yang sekiranya bisa diakses oleh semut.
  3. Tunggu beberapa saat. 
  4. Sebelum memulai percobaan, Bunda bisa mengajak anak melakukan beberapa hipotesa seperti:

  • Menurutmu makanan mana yang akan dihampiri oleh semut pertama kali?
  • Jenis makanan yang mana yang akan lebih disukai oleh lebih banyak semut?
  • Apakah mungkin letak makanan akan mempengaruhi preferensi pilihan semut?
  • Apa yang dilakukan semut dengan makanannya?
  • Apa yang kamu temukan lainnya?


Dari pengamatan sederhana ini, Bunda bisa mengajak anak belajar tentang bahasa, matematika, science, pengetahuan umum dan jangan lupa diperkaya dengan Read Aloud Al-Quran surat An-Naml, atau bisa juga Bunda berkisah tentang Nabi Sulaiman dan Semut. Selain itu, anak-anak bisa Bunda ajak untuk meneladani sifat Rasulullah melalui hadis larangan membunuh semut. Dengan begitu, aktivitas anak menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.


Selamat bermain, ya …




Salam,

Metanamama



Kontributor: Heny Ratrie

Editor: Vivi Ermawati






Sumber referensi:


Sumber: How many senses do we have?. John M. Henshaw. 2012. https://www.press.jhu.edu/news/blog/how-many-senses-do-we-have 


Sumber: https://mothernatured.com/animal-exploration/cement-scavengers-the-ant-experiment/?utm_medium=social&utm_source=pinterest&utm_campaign=tailwind_tribes&utm_content=tribes&utm_term=705351450_28091790_237993

Posting Komentar

0 Komentar