Anak merupakan amanah dan anugerah terindah dari Allah SWT.
Banyak orang senang melagukan “kalimat” tersebut di atas, tapi pada kenyataanya di lahan praktek yaitu keluarga, kita suka lupa dengan statement sendiri. Tentang bagaimana cara menghargai amanah yang katanya merupakan anugerah tersebut. Bukan karena persoalan tidak tahu menahu, tapi justru keadaanlah yang membuatnya terkadang menjadi lupa diri. Segudang aktivitas seorang ibu yang rentan terhadap stressor negatif membuatnya kerap mematik luapan emosi.
Salah satu kran emosi para ibu makin teruji di masa pandemi ini. Masa pandemi membuat harus menambah list kegiatan sehari-harinya. Dan tidak main-main, list kegiatan yang baru ini sungguh langka dan rawan mengundang stressor negatif.
Di masa pandemi, ibu diharuskan punya multi talent agar anak tidak gampang bosan di rumah. Mengajar daring anak yang sudah masuk usia sekolah, momong anak sambil menemani anak belajar, plus bertanggung jawab terhadap keadaan domestik rumah. Bertubi-tubi si ibu mendapat serangan rawan dan akhirnya mau tidak mau, ibu harus menyusun mekanisme koping yang baik untuk menjawab tantangan sehingga pentalan bola yang mengundang emosi tadi, bisa berada di lajurnya dengan aman.
Mungkin salah satu yang ingin saya bagi lewat tulisan ini adalah tentang bagaimana cara menghadapi anak yang belajar daring di rumah, tentu dengan tetap bisa melewati hari dengan penuh suka cita. Seperti apa yang bisa dilakukan bunda, yuk disimak.
1. Kenali karakter belajar anak
Ini penting untuk melihat starting time belajarnya. Misalnya anak dengan tipikal kinestetik dengan emosi yang meluap-luap tentu tidak akan siap dengan proses belajar yang cenderung membosankan. Belajar tanpa ditemani kawan-kawannya saja sudah membosankan baginya, apalagi Ketika kita menambahkan dengan unsur pemaksaan apalagi penekanan. Maka, mulailah menghabiskan energinya dengan berkegiatan pagi terlebih dahulu, misalnya bersepeda, bermain bola untuk anak laki-laki dll. Setelah jiwanya lebih tenang dia akan lebih siap untuk memulai petualangan belajarnya
2. Playdate virtual
Sekali-kali ajak anak ikut virtual playdate, tentu memilih tema yang disukai anak. Ajak anak berdiskusi dan bersinergis bersama.
3. Jangan terburu-buru
Jadilah orang tua yang tidak mendikte dan membuat anak tetap nyaman. Ketahuilah bahwa sesungguhnya selain ibu, anak pun rentan mengalami stress di masa pandemi. Bayangkan waktu bermain di luar yang seharusnya menjadi hak untuk seorang anak menjadi berkurang malah tidak ada sama sekali. Situasi monoton di rumah akan membuatnya cepat bosan dan cepat stress. Beberapa orang tua Ketika tugas daring disekolah telah dikirimkan oleh gurunya, maka orang tua langsung mendesak anak untuk besegera mengerjakan tugas tersebut.
4. Awali harimu dengan senyuman
Ibarat berolahraga, Ketika tidak diawali dengan pemanasan bisa berakibat fatal. Bahkan memulai sesuatu yang baik pun kita dianjurkan berniat kan? Awalan yang baik akan menjadi penentu hasil akhir. Cobalah membuat refleksi awalan positif dengan tersenyum dan menciptakan emosi bahagia di awal hari.
5. Manajemen waktu
Jangan menyisakan pekerjaan kemarin untuk hari ini, misalnya piring sisa makan malam harus segera dicuci sebelum tidur, bukan dicuci Ketika pagi hari. Karena rumah yang berantakan di pagi hari bisa membuat mood penghuninya kurang baik
6. Manajeman gawai
Yang dulunya ketika anak berangkat ke sekolah dan urusan domestik sudah kelar, bunda akan berselancar di dunia maya. Maka mulai sekarang perlahan kerucutkan aktivitas memegang gawai. Buat to do list atau target bahwa sehari saya hanya menggunakan waktu sekian lama untuk urusan gawai, pada waktu apa dan belajarlah untuk mematuhinya.
7. Manajemen emosi
Penting untuk mengelola emosi di masa pandemik, untuk menciptakan mekanisme koping yang optimal. Bunda bisa mengikuti kelas yoga online, kuliah WhatsApp, manajemen emosi dll.
8. Me time
Sempatkan me time diantara waktu bunda yang padat merayap. Me time ampuh memberi doping semangat untuk bunda melewati hari.
9. Jurnal syukur
Tutup harimu dengan mencatat jurnal syukur selama menghabiskan seharian bersama keluarga. Buat diagram kreatif disertai dengan icon emotion yang menarik. Sesekali buka jurnal syukurmu ketika suasana hati sedang tidak enak, hal demikian bisa meredam emosi negatif
10. Perbanyak family project
Menghabiskan quality time dengan melakukan kegiatan yang hasilnya terukur, menjadikan lahan kebersamaan lebih produktif. Misalnya berkebun bersama, mengecat dinding kamar Bersama-sama dll. Hal ini juga menciptakan bonding kedekatan antara anggota keluarga.
11. Berolahraga
Olahraga itu penting, kata pepatah “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Cobalah untuk keluar rumah di pagi hari, ketika udara setidaknya masih segar. Sekedar berjalan kaki atau bersepeda, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid
12. Jaga Kesehatan
Perkuat sistem imun di masa pandemi. Perbanyak konsumsi buah sebagai antioksida dan makanan bergizi agar daya tahan tubuh kuat. Kurangi aktivitas luar rumah, patuhi protokol Covid dengan jaga jarak, tetap gunakan masker dan rajin mencuci tangan.
13. Temukan passionmu
Suasana pandemi selain melipat gandakan tugas domestik dengan membersamai tugas daring anak, maka bunda pun harus mengenali passion untuk mengekspresikan kegiatan yang disukainya. Passion bukanlah sebuah hobi, tapi kegiatan yang bisa membuat bunda berbinar melakukannya. Dari hal sekecil apapun itu, eksekusi resep di internet, bercocok tanam ataupun yang lainnya.
14. Jadwalkan bermain dengan anak
Ekspolarasi bersama anak tak hanya dapat dilakukan di luar rumah, tapi cukup banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama di rumah. Misalnya mengajak anak perempuan memasak, bikin cemilan, mengajak anak laki-laki membersihkan kendaraan dll
Cobalah memilih beberapa poin untuk dapat dilakukan dan diterapkan di rumah. Perlahan tambah beberapa poin lagi lalu dijadikan sebuah kebiasaan. Sambil terus berdoa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjaga kesehatan. Benar adanya anak adalah anugrah dan amanah. Maka sepantasnya kita menjaga dan memelihara sebuah titipan dengan maksimal.
Penulis Kontributor: Syifa


0 Komentar