Ayah adalah sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap apa pun yang terjadi di dalam keluarga. Sebagai pencari nafkah, seorang ayah dituntut untuk bekerja keras untuk bisa menghidupi secara lahir seluruh anggota keluarga.
Begitulah pendapat yang lebih dikenal oleh masyarakat bahwa seorang ayah adalah pejuang nafkah. Karena peran besar itulah yang berdampak pada tanggung jawab lainnya yang seringkali dikesampingkan.
Jika semua orang tua paham bahwa peran ayah maupun ibu sebaiknya berimbang. Ayah tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga bertanggung jawab mendidik anak-anaknya. Peran mendidik yang lebih banyak dibebankan pada seorang ibu secara mandiri bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak.
Begitu pentingnya peran seorang ayah sehingga Allah Subhanahu wa ta’ala mengabadikannya dalam Al-Qur’an yang dijelaskan pada surah Luqman ayat 13 yang artinya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah), sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca Al-Qur’an, karena orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lingkungan singgasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para Nabi-Nya dan orang-orang suci.” (HR. At Thabrani)
Tanggung jawab pendidik seorang ayah tidak hanya ketika berada di dalam rumah, melainkan juga ketika berada di luar rumah. Peran pendidik seorang ayah sangat luas, meliputi akademis, agama dan juga sosial atau lingkungan di luar keluarga inti.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya sebagai berikut:
Pastikan ayah memiliki waktu luang bersama anak.
Siap menjadi teladan bagi anak.
Bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan.
Ketiga hal tersebut dianggap penting dan mendasar selama proses mendidik anak. Kesibukan ayah dalam mencari nafkah tidak membatasi peran seorang pendidik. Meskipun waktu bersama dengan anak sangat terbatas, seorang ayah tetap bisa memberikan contoh dan menjadi teladan yang baik untuk anak-anaknya. Karena sebaik-baik nasihat adalah teladan yang dicontohkan langsung oleh sang pemberi nasihat.
Baca Juga: Mengenal Allah Melalui Doa
Waktu luang seorang ayah bersama anak bisa dimanfaatkan untuk bermain atau saling berbincang. Bukan hanya ibu yang bisa menjadi tempat curhat anak, ayah pun bisa demikian. Pendapat ayah memungkinkan anak untuk mendapatkan pandangan lain yang berbeda dari ibu, sehingga akan bertambah wawasan dan solusi dari setiap topik pembicaraan. Selain itu, seorang ayah yang bijaksana mampu bersikap sabar dan adil saat mengambil keputusan bersama dengan mempertimbangkan kebaikan seluruh anggota keluarga.
Salam,
Metanamama
Kontributor: Syifa Achyar
Editor: Vivi Ermawati


0 Komentar