Hidup Bersih dan Sehat Bersama Anak

Masa pandemi yang hadir tiba-tiba di seluruh belahan dunia, mengharuskan setiap orang untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Banyak pola hidup bersih dan sehat yang digaungkan akhir-akhir ini. Berbagai cara atau metode dari yang herbal maupun praktis dan juga yang membutuhkan kecanggihan teknologi. Tak hanya para orang dewasa yang perlu melatih kebiasaan bersih dan sehat, melainkan juga perlu melibatkan anak-anak.


Hidup sehat dan bersih sudah lama ada. Hanya saja tidak semua orang peka dan terlatih membiasakan diri terampil karenanya. Namun, keharusan untuk mencegah virus yang beredar saat ini, mau tak mau setiap orang wajib melakukannya. Dalam Islam, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah sosok teladan yang telah lebih dahulu menerapkan hidup bersih dan sehat. Sebagaimana yang tertuang dalam hadis yang berbunyi:


“Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi)


Melibatkan anak-anak untuk hidup bersih dan sehat bisa dengan merujuk pada kebiasaan yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sama halnya ketika menerapkan perilaku lainnya, prioritas utama tetap harus didukung oleh orang tua sebagai contoh konkrit yang artinya orang tua terlebih dahulu menerapkan apa yang disampaikan pada anak.


Pola hidup bersih seperti Rasulullah ada 2 hal, yaitu bersuci dan bersiwak. Bersuci meliputi kebersihan jasmani dari berbagai jenis kotoran. Sedangkan bersiwak lebih spesifik pada kebersihan area mulut. Oleh karena itu, dianjurkan bagi setiap muslim untuk membersihkan diri sebelum melakukan ibadah, khususnya salat.


Sedangkan pola hidup sehat yang dianjurkan oleh Rasul tidak hanya berpaku pada jenis makanan yang akan dikonsumsi, tetapi juga meliputi adab makan yang perlu untuk diterapkan. Keduanya saling berkaitan dalam menunjang fisik yang sehat. Sehat harus dibersamai dengan berkah yang diperoleh saat mengkonsumsi makanan maupun minuman.


Berikut sembilan langkah yang bisa diterapkan pada anak-anak untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat:


  1. Membiasakan anak membersihkan diri dengan mandi sehari minimal 2x sehari.
  2. Mengajak anak untuk berwudu setiap akan salat.
  3. Membiasakan anak untuk gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.
  4. Mengenalkan anak makanan haram dan halal dari jenis binatang agar mereka memahami apa yang bisa dikonsumsi dan tidak, berikut alasannya.
  5. Mengenalkan beberapa jenis minuman yang halal dikonsumsi dan tidak.
  6. Saat membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan anak untuk memperhatikan label halal dan tanggal expired yang terdapat pada kemasan.
  7. Sebelum memulai makan biasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  8. Biasakan anak untuk duduk saat makan dan minum.
  9. Berdoa sebelum dan sesudah makan atau minum. Doa yang paling sederhana adalah dengan melafalkan basmalah dan hamdalah.

Baca Juga: Peran Penting Ayah dalam Islam


Ada satu kisah dalam perjalanan hidup Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam yang bisa diambil hikmah dan pelajarannya. Rasul adalah sosok yang sangat kaya dan mapan dalam hidupnya karena kegigihan beliau dalam berdagang. Namun, salah satu kebiasaan Rasul adalah makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Apa artinya? Rasul tidak pernah berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Bahkan beliau sering melakukan puasa sunah karena lebih menyukai membagi kekayaan yang dimiliki kepada fakir miskin agar mereka bisa makan dengan layak.


Kisah tersebut mengajarkan kita untuk selalu mengingat bahwa cukuplah mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan. Ketika membeli makanan berdasarkan keinginan, seringkali disertai dengan nafsu yang terkadang tidak disadari ternyata makanan tersebut tidak sanggup untuk kita habiskan dan berakhir di tempat sampah. Sungguh sayang bukan? Apalagi jika di sekitar kita masih banyak yang kekurangan. Maka untuk mencegahnya adalah dengan membeli sesuai kebutuhan atau berbagi kepada sesama.


Salam,

Metanamama



Kontributor: Syifa Achyar

Editor: Vivi Ermawati




Posting Komentar

0 Komentar