Bagaimana Terbentuknya Pelangi?

“Bunda, lihat itu,” ujarnya sambil menengadah, telunjuknya mengarah ke langit.



“Masyaallah, indah banget ya, Sayang ….” Aku yang juga terkejut baru menyadari bahwa ada pelangi di atas sana.


“Nda … itu sama dengan pewarnaku,” ungkap Aqila mencoba menyamakan benda di langit itu dengan pensil warna miliknya.


“Oh, ya? Itu warna apa saja, ya?”


“Ada merah, kuning, hijau, biru, mmm … apa lagi, ya?” Aqila menjawab penuh antusias.


Tak lama kemudian ia berlari masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba ia keluar lagi dengan membawa pensil warna di tangannya.


“Bunda … sama, kan?” ia menunjukkan pensil warnanya sambil menengadahkan wajahnya ke langit.


“Di langit ada pewarna juga ya, Bun?” tanyanya polos sekali.


“Oh, kalau yang di langit itu bukan pewarna, Sayang. Tapi pelangi namanya,” jawabku.


“Bagus banget, Bun. Besok kalau sudah sore aku mau ke sini lagi ya, lihat pelangi.”


“Pelangi tidak ada setiap hari, Nak. Ia hanya muncul setelah hujan turun dan ada sinar matahari.” Aku memberinya pengertian.


“Kenapa begitu?” tanyanya bermuka sedih.


“Memang siapa yang mewarnai langit jadi kayak gitu?” Aqila melanjutkan pertanyaannya.


“Aqila, pelangi ada karena Allah yang menciptakan. Dan ada beberapa peristiwa yang mengiringi terjadinya pelangi. Yaitu hujan dan sinar matahari. Jadi kalau turun hujan kemudian ada sinar matahari, maka akan terbentuklah pelangi. Warna-warna itu sebenarnya milik matahari, lho. Matahari itu punya banyak warna, karena ada tetesan air hujan warna-warna matahari menjadi tampak. Seperti yang kita lihat ini, pelangi."


Baca Juga: Soul


Dear Ayah Bunda,


Hampir semua orang sangat menyukai fenomena alam yang satu ini, pelangi. Dengan warna-warna yang menawan dan lengkungan yang indah membuat siapa pun yang melihatnya akan menjadi takjub. Pelangi ada karena saat hujan turun matahari tetap bersinar. Dan pelangi tak akan muncul jika hujan tanpa disertai sinar matahari. Karena pada dasarnya, cahaya matahari itu memiliki banyak warna. Pada saat cahaya matahari melewati tetesan air hujan maka cahaya tersebut akan dibelokkan sehingga akan membuat warna-warna yang dimiliki oleh cahaya matahari itu berpisah satu sama lain. Cahaya matahari akan terurai menjadi warna-warna yang indah dan disebut dengan pelangi.


Banyak hal yang menarik dari pelangi ini. Pada setiap warna pelangi akan dibelokkan dengan sudut yang berbeda-beda sehingga akan terbentuk susunan warna yang indah pada pelangi. Warna yang pertama kali dibelokkan adalah warna ungu karena warna ungu memiliki frekuensi yang tinggi dan rendah panjang gelombangnya, warna terakhir yang dibelokkan adalah warna merah yang memiliki panjang gelombang yang tinggi serta rendah frekuensinya dan berikutnya adalah warna jingga, kuning, hijau, biru, dan nila. Sehingga kita akan menyaksikan warna pelangi secara utuh yang disebabkan oleh optik geometri dalam proses penguraian warna.


Pelangi merupakan anugerah dari Allah yang sangat indah. Hampir setiap manusia akan kagum dan mencintai keindahan ciptaan Allah ini. Betapa kita telah hidup di dunia yang penuh dengan warna, penuh nikmat dan karunia. Apalagi di Indonesia, sebagai negara tropis yang memiliki dua musim. Yaitu musim penghujan dan musim kemarau, yang mana pada saat musim penghujan tiba, kita akan dengan mudah mendapati pelangi di negeri tempat kaki berpijak ini.


Salam,

Metanamama



Kontributor: Triamiyati

Editor: Vivi Ermawati



Posting Komentar

0 Komentar