“Bun … itu Bulannya. Lihat!” serunya saat kami tengah melakukan sebuah perjalanan.
“Indah, ya?” jawabku datar.
“Kok Bulannya mengikuti kita ya, Bun, emang Bulannya mau ke mana?”
“Hehe … iya ya, Bulannya mengikuti kita, ya?” aku menimpali pertanyaan unik si kecil. Lalu kulanjutkan dengan sedikit penjelasan.
“Sebenarnya Bulan itu enggak mau ke mana-mana, lo. Karena jarak Bumi kita dengan Bulan kan sangat jauh, saking jauhnya Bulan dapat dilihat di seluruh permukaan Bumi. Sehingga ia tampak seperti mengikuti kita.”
“Jadi Bulannya enggak ngikutin kita, Bun?” tanyanya lagi.
“Enggak, Sayang … tapi bukan berarti Bulan nggak bergerak. Bulan tetap bergerak, kok. Hanya saja, geraknya bukan mengikuti kita melainkan bergerak mengelilingi Bumi kita.”
Dear Ayah Bunda,
Pertanyaan seperti ini terlihat sepele sekali tapi sangat menggemaskan. Betapa tidak, hampir-hampir saya bingung mau menjelaskan bagaimana tentang gerak Bulan. Tapi bagi saya memberikan penjelasan yang benar adalah sebuah keharusan. Meskipun bukan dengan konsep rumit yang mendetail, tapi paling tidak kita sudah menyampaikan konsep dasar dan istilah-istilah yang populer.
Memang pada fenomena ini, saat kita berjalan kaki atau pun berkendara, bulan akan terlihat mengikuti kita dan selalu saja sukses mendahului kita. Bulan adalah satelit Bumi yang jaraknya kurang lebih 484.400 km dari Bumi. Gerak Bulan yang selalu mengikuti Bumi atau disebut dengan revolusi Bulan terhadap Bumi. Gerak Bulan sendiri sangat kompleks, Bulan berotasi terhadap porosnya, bulan berevousi terhadap Bumi dan Bulan bersama-sama dengan Bumi berevolusi terhadap Matahari. Masyaallah … luar biasa Allah ciptakan seluruh alam semesta dengan segala keteraturannya.
Saat kita bergerak, baik dengan berjalan kaki maupun menaiki kendaraan, secara otomatis kita akan membandingkan benda-benda yang sedang kita lalui dengan jarak yang berbeda-beda. Benda-benda di sekitar kita yang jaraknya dekat dengan kita seolah-olah bergerak lebih cepat. Kemudian kita melihat Bulan yang jaraknya lebih jauh. Tampak pada penglihatan kita, Bulan tidak bergerak atau terlihat seperti mengikuti kita. Sama halnya saat kita melihat pesawat terbang yang tampak bergerak lambat di langit, padahal pesawat itu terbang dengan kecepatan tinggi, kan? Ini karena jarak kita dengan pesawat terbang itu jauh, meskipun tak sejauh jarak kita dengan Bulan. Melihat pesawat terbang saja, seolah berjalan lambat apalagi melihat Bulan. Tentu saja akan tampak lebih lambat dan bahkan diam.
Nah, hal semacam ini merupakan perubahan semu pada arah suatu benda yang disebabkan oleh perpindahan kedudukan orang yang melihatnya. Jarak pandang dan sudut pandang kita terhadap Bulan nyaris tidak berubah, sehingga di mana pun posisi kita, Bulan akan tetap terlihat walaupun kita telah melakukan perjalanan yang jauh.
Salam,
Metanamama
Kontributor: Triamiyati
Editor: Vivi Ermawati


0 Komentar