Bahagia Mengasuh Threenager

Si kecil kami, Giandra, makin aktif, tapi kok nyebelin, ya, Bunda? Maunya makan sendiri tapi berceceran, maunya pilih pakaian sendiri, tapi ga matching, maunya nyuci piring sendiri, padahal dia baru berusia 2 tahun. Duh. Antara bangga, bahagia, gemes dan khawatir melihat si threenager ini.

Bunda mengalami juga? Hahaha. Yuk, bergandengan tangan! Kita sama-sama belajar, bagaimana menaklukkan si batita yang sekarang diberi istilah threenager.



Threenager itu apa, sih?

Bunda ingat, nggak, sama teenager? Si usia 13-an tahun, yang mulai tertutup, membantah, banyak main, banyak bikin bundanya kesal ...


Entah karena pengaruh nutrisi tubuh dan otak yang semakin optimal, tapi perilaku teenager yang suka membangkang ini, terjadi juga pada si usia 18-36 bulan. Tapi Bunda harus tahu bahwa apa yang kita sebut sebagai membangkang itu, aslinya adalah fase otonom. Fase ketika anak sudah merasa sanggup menyelesaikan tantangannya sendiri.


Fase otonom adalah bagian dari perkembangan psikomotorik anak. Pada saat ini, terjadi perubahan fisik, emosi dan sosial anak. Anak jadi sering bilang "tidak" sesuai bahasa yang dipakai di rumah. Gi, putra kami, jika ditanya apa pun, jawabannya "Moh" alias tidak dalam bahasa Jawa. 


Tanda lainnya, anak tak mau diatur, malah jadi pengatur. Dia bisa menyuruh kakaknya harus duduk di suatu tempat, atau menyuapi siapa yang ia inginkan. Tentang baju, beberapa ada yang mulai menentukan bajunya sendiri atau sehari bisa minta ganti baju beberapa kali. Ini berlaku untuk nyaris semua aktivitas anak sehari-hari.


Baca Juga: Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Keaktifan si kecil, kadang dibarengi dengan sulit tidur. Tidurnya jadi lebih malam. Beberapa hari ini, kami baru berhasil menidurkan Gi di atas jam 8. Kadang, dia skip tidur siang. Beruntung, tubuh anak punya mekanisme sendiri. Di fase seperti ini, anak jadi lebih doyan makan dan minum. Entah berapa kali piring makan saya dikudeta. Dia habiskan.


Bagaimana cara mengasuh threenager dengan bahagia?


Meski tampaknya anak lebih sering bikin dag dig dug, tapi aslinya Bunda pastilah bangga melihat si kecil sudah seperti anak mulai belajar mandiri. Erik Erikson, pakar perkembangan anak, menyatakan bahwa fase otonom ini punya 2 lawan yang harus dihindari, yaitu malu dan ragu


Anak yang fase otonomnya dipandu oleh ibu dan keluarga yang memahami fase ini, akan menjadikannya anak yang mandiri dan percaya diri. Kebalikannya, jika di fase otonom ini anak banyak dicela dan dibatasi, ia bisa jadi anak yang pemalu dan peragu. Rasa kepercayaan dirinya jatuh.


Bagaimana cara mengasah anak di fase otonom yang terjadi pada usia batita atau threenager?


1. Beri anak kebebasan, dengan pengawasan.

2. Beri pengarahan.

3. Tawarkan bantuan jika anak mengalami kesulitan.

4. Beri pilihan jika memungkinkan. Misalnya baju A atau B.

5. Perkenalkan batasan yang boleh dan tidak boleh.

6. Hindari memaksakan pendapat.

7. Izinkan anak eksplorasi rumah dan mencoba hal baru.

8. Beri nutrisi lebih untuk tumbuh kembangnya.

9. Bunda segera istirahat saat anak tidur, agar tidak kelelahan.

10. Pahami bahwa ini fase yang sangat penting bagi anak.


Nah, sekarang Bunda sudah tahu cara mengasuh anak di usia 2-3 tahun, atau kita sebut saja threenager. Selamat mengasuh anak threenager dengan bahagia ...



Salam,

Metanamama





Kontributor: Susi Ernawati

Editor: Vivi Ermawati



Posting Komentar

0 Komentar