6 Alasan Pentingnya Bermain di Luar

 “Ada 3 hal yang tidak tertolak oleh anak: kejutan, hadiah dan main!”

Hexagonia pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat founding mother yang satu ini. Ya, MAIN! Semua anak suka bermain, bahkan bermain adalah dunianya. Apa pun dan di mana pun, baik dengan atau tanpa mainan, bermain telah menjadi fitrah anak-anak. 

Pernahkah bunda mendapati panci bunda berpindah rumah ke tumpukan mainan anak-anak? Atau selimut bunda beralih fungsi menjadi tenda? Anak-anak seolah-olah tidak kehabisan ide dengan imajinasinya, ya? Kadang kita dibuat tersenyum simpul dengan polah tingkah mereka, tetapi sesekali juga kita mungkin dibuat naik pitam olehnya. Anak-anak yang terjaga fitrahnya, tidak akan pernah bosan dan kehabisan ide untuk bermain. Ketika anak berulah di dalam rumah, mungkin mereka hanya butuh sedikit udara segar ke luar rumah, atau ruang gerak yang lebih luas untuk mengeksplorasi motorik kasarnya.

Tahukah bunda, sedikitnya anak-anak membutuhkan 3-6 jam dalam sehari untuk bermain di luar? Hal ini baik untuk tumbuh kembangnya. Berikut ini 6 alasan mengapa anak-anak penting untuk bermain di luar ruangan: 

  1. Paparan Cahaya Matahari


Ingatkah bunda ketika anak-anak kita baru lahir, mereka setidaknya kita “jemur” 30 menit di pagi hari? Sayangnya kebiasaan itu tidak dilanjutkan seiring dengan bertumbuh besarnya anak. Padahal paparan sinar matahari sangat dibutuhkan untuk pembentukan vitamin D dalam tubuh. Selain mendukung kesehatan tulang dan gigi, paparan sinar matahari juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki kualitas tidur dan juga meningkatkan hormon endorfin yang dapat menurunkan tingkat stres. Jadi jangan menunggu sakit baru berjemur, ya! Yuk, kita biasakan bermain di luar setiap hari untuk mendapatkan sinar matahari agar anak-anak tumbuh sehat dan minim stres.


  1. Bebas Beraktivitas Fisik


Kita sering mendapati anak-anak lompat-lompat di kasur, berlarian di dalam rumah, atau juga memanjat jendela. Hal semacam ini wajar terjadi pada anak-anak karena mereka sedang melatih otot dan tulangnya untuk lebih stabil. Akan tetapi, kita kerap dibuat khawatir karena gerakan mereka mungkin saja berbahaya. Ruangan dan barang-barang di dalam rumah memang menjadi batasan gerak anak-anak, untuk itu bermain di luar ruangan menjadi solusi yang tepat. Anak-anak akan lebih bebas mengasah olah tubuhnya dengan sepeda, bola, atau sekedar berlarian di lapangan. Olah tubuh semacam ini akan membantu perasaannya menjadi lebih tenang dan lebih mudah berkonsentrasi.


Doc. Pribadi Heny Ratrie
Dok. Pribadi


  1. Mengasah Life Skills


Sebagai orang dewasa, kita pun terkadang masih bermasalah dengan hal yang berkaitan dengan merencanakan, menentukan skala prioritas, memecahkan masalah, bernegosiasi dan melakukan banyak hal. Hal ini memang tidak bisa hanya dilakukan dengan mempelajarinya saja, tetapi harus dilatih. Memberi kebebasan anak bermain di luar tanpa batasan permainan atau aturan ketat (tetap dengan adab tentunya) membuat anak akan dapat melatih kemampuannya dalam mengenali diri dan mengambil keputusan. Kemampuan semacam ini sangat dibutuhkan saat mereka dewasa nanti.


Baca juga: Bermain di Alam, Yuk!


  1. Belajar Mengambil Resiko


Anak-anak sering melakukan hal yang “nekat” dan tidak merasa takut akan sesuatu. Orang tualah yang sering khawatir dan memberikan larangan-larangan kepada anak agar tidak melakukannya karena takut sesuatu menimpa anak-anak, baik secara fisik maupun mental.


Bermain aman memang penting, tetapi terkadang anak-anak perlu mengambil resiko untuk tahu batasannya sendiri.


Anak mungkin mengalami cedera ketika bermain, atau mengalami penolakan oleh temannya, atau juga merasa bersalah ketika tidak sengaja menerobos antrian bermain. Orang tua perlu menahan diri untuk ikut campur, karena dari sini anak akan belajar merasa, menganalisa, dan menyelesaikan masalahnya. Anak-anak boleh saja mencoba segala hal, karena hal itu akan membuatnya belajar tentang kegagalan. Hikmah yang kita pelajari dari kegagalan, sama pentingnya dengan hikmah yang kita pelajari dari kesuksesan.


  1. Sosialisasi


Bermain di luar memungkinkan anak berinteraksi dengan orang lain, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Mereka akan belajar bagaimana berteman, bekerja sama, berbagi dan juga belajar bagaimana memperlakukan orang lain. Kegagalan, penolakan, dan konflik mungkin saja terjadi, tetapi bukankah memang seperti itu pula yang terjadi pada kehidupan semestinya? Mereka akan berlatih menyamankan diri dengan lingkungannya.


  1. Keterhubungan dengan Alam


Berinteraksi dengan dunia luar akan membuat anak merasa terhubung dengan alam. Terlebih, dengan mengenal alam, dia akan mengenal Tuhannya, karena alam merupakan bukti keberadaan Tuhan. Manusia adalah bagian dari alam, dan sudah menjadi tugas kita adalah menjaga alam titipan anak cucu kita. Kita perlu menjamin anak cucu kita masih akan melihat hal yang sama atau lebih baik dari yang kita lihat sekarang. Tentunya hal ini yang sedang kita risaukan saat ini, ketika laut akan lebih banyak dihuni oleh plastik daripada ubur-ubuh, bukan? Dengan mendekatkan anak kepada alam, anak akan dapat berperilaku ‘ecosentris’ daripada ‘egosentris’. Mereka akan belajar bagaimana menyelaraskan diri dengan alam.


Nah, jadi jangan ragu untuk memberi kesempatan anak bermain di luar, ya, bunda! Lebih baik lagi jika bunda ikut serta. Pasti akan lebih seru dan menyenangkan!


Selamat bermain!



Salam,
Metanamama


Kontributor: Heny Ratrie
Editor: Vivi Ermawati



Sumber:  

 

  1. 2Claire McCarthy, MD. 2018. 6 Reasons Children Need to Play Outside. Senior Faculty Editor, Harvard Health Publishing.

  2. Annie Kin. 2019. Children Need 4-6 Hours Outdoors for Development and Overall Wellbeing. https://achnews.org/2019/05/10/children-need-to-play-outside/

  3. Shahrzad Warkentin. Kids Should Spend at Least Three Hours Outside Every Day, According to Experts. https://redtri.com/kids-should-spend-at-least-three-hours-outside-every-day-according-to-experts/#:~:text=Getting%20kids%20unglued%20from%20screens,plain%20being%20a%20kid%20outside.

  4. Berbagai sumber


Posting Komentar

0 Komentar