Menerapkan Disiplin Pada Anak Usia 7 Tahun

Tulisan ini adalah buah dari pengalaman selama mengasuh dan mendampingi anak perempuan saya, yang pada tahun ini berusia 7 tahun. Saya ingin di usianya yang sekarang, dia mulai belajar untuk memahami tentang diri dan perannya di dunia. Entah dia sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. 

Menerapkan Disiplin Pada Anak Usia 7 Tahun

 

Jika bicara disiplin, sebenarnya jangankan anak usia 7 tahun, kita pun orang yang sudah berusia puluhan tahun masih banyak yang tidak mampu melakukannya. Disiplin adalah hasil dari proses pembiasaan. Jadi, disiplin itu tidak selalu seperti yang orang bayangkan di mana prosesnya dilakukan dengan keras. Dalam konsep disiplin kita harus harus mampu membedakan antara keras dengan tegas.

Keras, yang saya fahami adalah, ada konsekuensi yang mungkin akan membuat trauma pada orang yang mendapatkan perilaku tersebut. Sedangkan tegas, tidak memberikan dampak trauma, justru memberi efek penyadaran yang datang secara alami.

Ketika saya akan memulai project menerapkan disiplin pada anak, langkah pertama yang saya lakukan adalah mengajaknya berdiskusi santai tentang apa yang ingin kami lakukan untuk aktivitas harian. Apakah anak usia 7 tahun sudah bisa diajak diskusi? Ya, mereka bisa diajak diskusi, kuncinya adalah bonding atau ikatan cinta kasih yang terjalin antara anak dan orang tua berfungsi dengan baik. Jika kita tidak memiliki bonding yang baik dengan anak, jangankan menerapkan disiplin, bahkan mungkin anak tidak akan mau mendengarkan kita. 

Saat berdiskusi, kita pun harus menyepakati konsekuensi apa jika anak konsisten terhadap jadwal aktivitas dan atau jika anak melanggarnya. Misalkan, untuk muroja’ah juz 30 anak saya dibagi 2 waktu, yakni setelah shalat subuh dan setelah shalat dhuha. Jika dia tidak menyelesaikan bagian pertama setelah subuh, maka saat setelah sholat Dhuha, dia akan menyelesaikan muraja’ah dari awal sampai akhir juz 30. Kecuali, jika faktor penghambatnya adalah hal yang alami, semisal sakit.

Dalam proses disiplin ini saya tidak memberikan sanksi yang tidak bermanfaat untuk anak. Apa itu sanksi yang tidak bermanfaat? Sanksi yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pelanggaran yang dilakukan oleh anak. Ingat, anak yang kita ajak untuk pembiasaan disiplin ini berusia 7 tahun, dia tidak akan selicik itu untuk memanfaatkan ketegasan kita dengan tidak memberi sanksi yang berat. 

Contoh sanksi yang tidak bermanfaat versi saya adalah ketika anak melakukan kesalahan, dia disuruh masuk kamar mandi, atau disuruh diam dikamar, atau membuatnya berdiri dengan 1 kaki. Tidak, itu tidak bermanfaat, malah membuat anak trauma bukan peka. Karena salah satu tujuan pembiasaan disipin pada anak adalah juga untuk mengajarkan kepekaan pada mereka. 

Tanya apa yang mereka inginkan untuk hadiah sebagai penghargaan atas usaha mereka untuk konsisten menepati kesepakatan. Dengan cara itu, biasanya anak-anak akan berusaha untuk disiplin dengan jadwal. Setelah selesai diskusi dan kesepakatan tercapai, tuliskan apa saja yang ingin kita ajarkan pada anak beserta hadiahnya, tempel dengan cantik di dinding kamar dia. 

Apakah anak akan mudah untuk disiplin terhadap jadwal? Tidak juga, kadang usaha ekstra diperlukan. Kita akan setiap hari dibuatnya mengingatkan mereka tentang jadwal dan kesepakatan. Tidak apa-apa, semua butuh waktu. Selain mengingatkan secara lisan, saya juga menggunakan stiker berisi kata-kata peringatan atau seruan yang bisa ditempet di tempat strategis di dalam rumah. 

Misal, saya menempelkan stiker “Bantu bunda dengan mencuci piring sendiri” di atas wastafel cucian piring. Lainnya, saya menemplekan stiker “Shalat dulu, baru main” di bagian dalam pintu utama. Banyak cara untuk mengingatkan anak kita agar disiplin terhadap diri dan lingkungannya. 

Kita sebagai ibu, jangan berputus asa ketika minggu berganti bulan anak masih belum memiliki kesadaran untuk disiplin dengan aktivitasnya kecuali diingatkan. Menginstal program ini tidak mudah, karenanya tetap sabar, jaga emosi dan terus lakukan.

Penulis kontributor: Junani

Posting Komentar

0 Komentar